Kotbah Yesus Menajubkan!

Lewat Injil hari ini, kita merenungkan tentang Yesus yang mengajar sebagai orang yang berkuasa. Hanya saja, kepada kita tidak dikatakan apa-apa saja isi dan materi ajaran yang disampaikan Yesus yang membuat orang-orang takjub mendengarnya. Kepada kita juga tidak dijelaskan metode pengajaran yang dipakai Yesus sehingga dikatakan Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa. Lalu apa maksud Injil Markus dengan kata “berkuasa” yang dikenakan kepada Yesus? Di mana letak “kekuasaan” Yesus? Apa yang diajarkan Yesus dan bagaimana Dia mengajar sehingga orang-orang takjub?

Ahli-ahli Taurat mengajar sesuai dengan keahlian mereka, Mereka adalah orang-orang terpelajar. Ahli-ahli Taurat adalah tokoh-tokoh resmi yang mempunyai otoritas untuk membahasakan ulang Taurat dan Taurat sendiri adalah peraturan yang menjadi pegangan hidup bangsa Israel.

Cara Yesus mengajar yang membuat orang banyak takjub, ternyata tidak terletak pada rumusan kata-kata dn indahnya rangkaian kalimat yang disampaikan, melainkan karena pengajaran-Nya disampaikan lewat tindakan dan perbuatan. Penulis Injil Markus tidak menulisakan isi khotbah dan ajran Yesus. Ia juga tidak menggambarkan bagaimana metode yang dipakai Yesus dalam berkhotbah atau mengajar karena semua isi khotbah dan ajaran Yesus sudah jelas dan nyata lewat kesaksian hidup dan tindakan nyata Yesus sehari-hari. Antara kata dan perbuatan Yesus sungguh-sungguh  satu dan identik. Oleh karena itu, ketika kita ingin tahu isi dan materi ajaran Yesus, kita akan menemukannya lewat kesaksian hidup-Nya sendiri sebagaimana Kitab Suci menguraikannya.

Dalam tindakan-Nya, Yesus selalu membawa pembebasan sejati  kepada semua orang khususnya orang-orang yang tertindas, termasuk orang-orang yang ditindas oleh ahli-ahli Taurat yang merekayasa hukum Taurat untuk menjerat orang banyak. Ahli-ahli Taurat yang terpelajar dan mempunyai otoritas resmi di tengah masyarakat  mengajar dan menerapkan hukum Taurat secara ketat dan menunt agar semua orang Yahudi mematuhunya, sementara ahli-ahli Taurat itu sendiri tidak harus terikat dengan peraturan-peraturan itu. Hal itulah yang membuat para ahli Taurat kehilangan wibawanya.

Sebaiknya, Yesus selalu memberi teladan hidup yang benar.  Ia mengajarkan kebenaran dan kebaikan lewat perbuatan-perbuatan-Nya. Oleh Yesus, kita diingatkan bahwa perbuatan kita yang baik dan benar menjadi khotbah yang lebih nyaring daripada kata-kata. Penjelasan iman yang paling benderang terlihat dari perbuatan kita. Yesus memang mempunyai kekuatan dari dalam Diri-Nya sendiri, tetapi kekutan  itu Ia gunakan untuk melayani orang banyak dan membebaskan orang tertindas dan terbelenggu. Sebaliknya, ahli-ahli Taurat menggunakan otoritasnya untuk mengeksploitasi orang banyak.

Allah telah menganugerahkan banyak hal kepada kita, bakat-bakat, keahlian, pengetahuan, waktu, kesempatan, hidup, dan lain sebagainya. Apakah kita mau menggunakannya sebagai jalan untuk mengabdi Allah lewat pelayanan kepada sesama? Atau, apakah kita menggunakan semua itu untuk mengeksploitasi orang lain demi kepentingan pribadi?

Penghayatan iman dan kepercayaan kita akan Kristus terlihat dari perbuatan kita sehari-hati. Semua pengikut Kristus yang sejati dipanggil untuk menjadi pembawa kebebasan sejati dari belenggu si jahat yang sering kita temukan di tengah masyarakat kita seperti ketidakadilan, penindasan, pembodohan, eksploitasi, kebohongan, kepalsuan, dan sebagainya.

(dari Ruah)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *