Mewujudkan Kerajaan Allah

Bila kita berkeliling di Kota Solo dan sekitarnya, pergi ke rumah-rumah sakit, tempat-tempat pelayanan kesehatan, selalu sibuk didatangi orang-orang sakit baik fisik maupun psikis. Mereka semua datang dengan harapan bisa disembuhkan dari penyakitnya, wajah-wajah yang sayu, lemas dan cemas.

Pemandangan kurang lebih sama di rumah mertua Petrus. Orang berdesak-desakan datang kepada Yesus untuk disembuhkan dari penyakit mereka, sakit fisik maupun rohani, bahkan orang-orang yang kerasukan setan. Dari wajah mereka nampak penuh harapan dan percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan dengan kuasa-Nya, dan mereka pun tak perlu harus membuka kocek mereka.

Dalam kesibukan-Nya,Yesus tetap memberi waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Waktu dini hari di mana orang-orang masih tidur pulas, Yesus pergi ke tempat sunyi untuk berdoa kepada Bapa-Nya agar apa yang dilakukan itu sesuai dengan kehendak Bapa-Nya. Ia tetap konsisten kepada perutusan Bapa-Nya, mewartakan Kerajaan Allah. Apa yang dilakukan Yesus adalah wujud dan tanda Kehadiran Kerajaan Allah. Maka ketika para murid-Nya menemukan Yesus “Semua orang mencari Engkau”. Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke tempat-tempat lain dan kota-kota yang berdekatan. Karena di situ mereka juga harus mendengar pemberitaan tetang Kerajaan Allah, mereka juga perlu mendapatkan keselamatan.

Kita sebagai pengikut Kristus juga sering sakit, entah sakit fisik atau rohani. Apakah kita juga pergi kepada Yesus mohon disembuhkan? Yesus tidak hanya menyembuhkan sakit-penyakit tetapi Yesus juga menyembuhkan jiwa kita “dosamu sudah Kuampuni”.

Sebagai pengikut Kristus, kita pun diajak ikut mewartakan Kerajaan Allah. Kita semua diutus menghadirkan Kerajaan Allah, dan mewujudkan pula dalam tindakan-tindakan nyata. Misalkan menyembuhkan orang-orang sakit. Kendati kita bukan dokter atau tenaga medis. Menyembuhkan dengan perhatian, menghibur, menolong orang mencari solusi dari kesulitan hidup mereka. Di sekitar kita, selalu kita temukan orang-orang miskin, terlantar, tersingkir, orang-orang yang menderita secara fisik ataupun psikis.

Seperti mertua Petrus, begitu disembuhkan Yesus, ia segera bangkit dan melayani. Selain Yesus dan murid-murid-Nya ia juga pasti melayani orang-orang yang memenuhi rumahnya.

Agar kita selalu sadar akan tugas kita sebagai pewarta Kerajaan Allah, kita membutuhkan semangat Yesus sendiri, sebagaimana Yesus melayani orang-orang yang datang pada-Nya. Kita barudisenut pengikut Kristus kalau kita terlibat dalam karya Yesus sendiri, dalam karya keselamatan Tuhan.

Semoga…

(oleh : Sr Euphrasia MASF)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *